jump to navigation

Syafi’ie Ma’arief

Mohan maaf pak, kalau saya salah tulis.

Sebagai manager salah satu skill yg dibutuhkan adalah bisa dengan cepat menyimpulkan kira2 karakter seseorang secara umum.

 

Hari ini, saya ketemu pak Ma’arief yang kebetulan duduk berhadapan di ruang tunggu garuda indonesia sekita 30 menit. kesan pertama saya beliau sangat sederhana yang menggambarkan begitu besar pengetahuannya di balik kepala yang sudah beruban. semakin rumit tampilan seseorang akan semakin menggambarkan seberapa kosong isi otaknya.

 

Pak Ma’arief mungkin tokoh yang sedang dicari bangsa?, beliau sadar diri dengan usia dan drive yang mungkin sudah tidak setangguh sewaktu menjadi pemimpin Muhammadiyah dahulu, sehingga cukup berpuas diri dan memberikan kesempatan bagi yang muda untuk berprestasi.

 

Mungkin, yang membuat beliau tahu diri karena;

- pernah jadi pemimpin organisasi yg begitu besar

- dilahirkan di keluarga yang secara ekonomi baik, dan utuh

- tidak punya cukup uang untuk jadi calon presiden, karena tidak pernah korupsi

- sadar bukan orang jawa

- punya istri cantik

- punya cucu-cucu yang luar biasa

- etc….etc….

 

kalau melihat orang lain, yang hari ini mencalonkan diri jadi presiden – gagal -, kemudian calon menteri – gagal -, calon gubernur – gagal – yang akhirnya jadi wakil walikota sepertinya tidak merasa puas dengan apa yang mereka capai.

Atau mereka tidak cukup punya knowledge seperti pak Ma’arief agar kelihatan agar tampil sederhana?

Komentar»

No comments yet — be the first.