jump to navigation

POLITIK: MENGANGGAP REMEH ORANG LAIN Mei 5, 2008

Posted by mistercomel in politik.
Tags: , , , ,
1 comment so far

Luar biasa hasil yang didapat dari pemilian umum di sumut, triben yang dijagokan menang akhirnya kalaH dari pasangan yang lain. ini yang membuat triben mungkin akan melakukan somasi terhadap kpk sumut.

 

Saya tidak tahu apakah fakta yang dikumpulkan sudah cukup untuk bukti tetapi sekali lagi menegaskan betapa kita tidak siap untuk kalah dan menganggap diri lebih baik dari orang lain sehingga orang lain tidak layak menang. hal yang sama juga terlihat dari pilkada jabar dimana pak dani dan pak agum meremehkan dede yusuf dan ahmad yang akhirnya menang. Yang lebih lucu lagi harus sowan ke yang kalah, bukannya yang kalah sowan ke pemenang.

 

Hal ini menjadi modus di semua sisi pembangunan bangsa dimana kita selalu merasa lebih baik dari orang lain dan kemudian meremehkan. hal ini juga terlihat dalam hubungan antar lembaga dpr dan kpk, kpk dan ma, dan masih banyak contoh lainnya.

 

Apakah salah jika menganggap diri sendiri lebih baik dari orang lain? boleh saja. tapi jangan sampai menganggap remeh orang lain. karena sebagai manusia kita tidak menguasai semua hal, kita hanya menguasai satu atau dua hal tidak lebih. orang lain memiliki kelebihan yang kita tidak miliki.

 

 

Hal ini juga yang membuat banyak orang yang tidak apresiatif terhadap pak susilo bambang yudhoyono saat ini terutama dari kalangan TNI yang merasa diri mereka lebih senior dan lebih mumpuni dari presiden saat ini karena pernah betugas bersama di militer.

 

Padahal didunia ini sistim pembelajaran adalah membuat kesalahan sebanyak mungkin dan belajar dari kesalahan tersebut. bahkan michaelangelo setelah menciptakan banyak master piece berkata “saya masih belajar”. di negeri ini sesepuh dianggap orang sakti yang mengetahui segala sesuatu………. come on, dimana posisi negara ini yang percaya kepada sesepuh? dan dimana para sesepuh pernah membawa negara ini? sudah ada berapa orang sesepuh Indonesia yang menang NOBEL? atau menemukan sesuatu yang berarti bagi kemanusiaan? NOTHING!

kita telah membuat banyak sekali kesalahan dimasa lalu, tapi tidak pernah belajar dari kesalahan tersebut karena kebanyakan kita dididik dengan menganggap diri pintar, lebih dari orang lain dimana kita lupa sebagai manusia kita sangat lemah dan sangat terbatas kemampuannya sehingga untuk menentukan masa depan kita harus melihat kepada hal yang telah terjadi dan memperbaiki segala kesalahan yang telah dibuat.

 

POLITIK DAN KEPENTINGAN PRIBADI Mei 5, 2008

Posted by mistercomel in politik.
Tags: , , , , , ,
1 comment so far

Kemenangan dede yusuf sebagai wagub jabar rupanya membuat banyak artis memutuskan untuk berpolitik.

 

Yang paling gress saiful jamil yang dilamar partai politik untuk jadi calon pemimpin sebuah kota di banten. melihat dari komentarnya yang akan melarang artis bergoyang porno, saiful bukanlah calon pemimpin yang baik yang dapat memisahkan perasaan dan logika berpikir.

 

Pernyataannya ini untuk kesekian kali membuktikan jika calon politikus tidak di ajar untuk memikirkan masyarakat secara keseluruhan untuk lebih maju, tetapi terjebak pada dendam pribadi. dendam pribadi ini sangat merusak karena menggunakan negara sebagai alat untuk melampiaskan hasrat pribadi.

 

Walaupun mantan istrinya (dewi persik) memang salah, dan agak kelewatan di panggung tapi lebih baik untuk diam saja dan bekerja jika terpilih nanti untuk menciptakan sistem dimana masyarakat tidak akan menerima goyangan dewi persik.

Ada banyak hal yang harus dilakukan seperti penyediaan pangan, papan, dan sandang. pendidikan dan perbaikan fasilitas umum serta mendidik masyarakat untuk menghormati hak orang lain.

 

Di tingkat nasional, pattern yang sama terlihat jelas. pak wiranto begitu menggebunya untuk menjadi presiden dan menurut saya salah satunya adalah dorongan hasrat yang mungkin berkata: ”jika bekas bawahan saya bisa jadi presiden, kenapa saya tidak bisa?”. mudah-mudahan ini bukan tujuan pak wiranto.

 

Menghormati orang lain akan membuat kita juga dihormati walaupun orang tersebut bekas bawahan kita yg kemudian jadi presiden atau bekas istri yang kita anggap bersalah. jangan menhakimi orang lain karena kitapun jauh dari sempurna. iyakan saiful?